BUKTI KEASLIAN & SEJARAH PERJALANAN AL-QURAN

Posted: Juni 17, 2013 in Artikel

Galleri ini menceritakan tentang sejarah perkembangan Al-Quran dari masa ke masa yg tersebar ke seluruh penjuru dunia dalam berbagai versi bentuk sesuai seni budaya masyarakat setempat namun sedikitpun tidak merubah susunan dan isinya. Sejak di turunkannya hingga nanti berakhirnya jaman, isi Al-Quran tetap sama tidak ada perubahan. Al-Quran tetap 114 surat, yang terdiri atas 6.236 ayat.

JAMINAN ALLAH TERHADAP AL QURAN

Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al Qur’an, sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS: Al-Anaam/6:115)

Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (QS:Yunus/10:64)

Alif Laam Raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu, (QS:Hud/11:1)

Tidaklah mungkin Al Qur’an ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Qur’an itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya , tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.
(QS:Yunus/10:37)

ANCAMAN ALLAH BAGI SIAPUN YG MENGUBAH ISI TERMASUK YG MENYEMBUNYIKAN KEBENARAN AKAN KALIMAT2 DARI KITABNYA (isi atau bagian dari ayat/surat)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab, mereka itu dila’nati Allah dan dila’nati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat mela’nati, (QS:Al-Baqara/2:159)

Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (QS:Al-Baqara/2:174)

Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan. (QS:Al-Baqara/2:79)

ALLAH MALAH MENANTANG SELURUH MAHLUK DIALAM SEMESTA RAYA INI BAIK DARI GOLONGAN JIN DAN MANUSIA BERSEKONGKOL SEKALIPUN. KALAU BISA MEMBUAT, MEMALSUKAN, MEMBELOKAN ISI SURAT AL QURAN MALAH DIPERSILAHKAN KALAU MAMPU DAN BISA. SAYEMBARA INI TERBUKA BUAT SIAPAPUN JUGA SEJAK AL QURAN DITURUNKAN HINGGA DATANGNYA KIAMAT TIBA.

Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Qur’an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”. (QS:Al-Isra/17:88)

Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Qur’an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Qur’an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar. (Al-Baqara/2:23)

** PENJELASAN & SEJARAH AL-QURAN **

Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam dan sebagai peringatan untuk seluruh umat manusia dimuka bumi ini dari hingga datangnya kiamat. Al-Qur’an merupakan puncak dan penutup rangkaian kitab/wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia, dan bagian dari rukun iman, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, melalui perantaraan Malaikat Jibril. Kemurnian Kitab Al-Quran ini dijamin langsung oleh Allah, yaitu Dzat yang menciptakan dan menurunkan Al-Quran itu sendiri.

Alif laam, raa. Ini adalah ayat-ayat kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah.(QS:Yusuf/12:1)

Ini adalah ayat-ayat kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah). (QS:Al-Qasas/28:2)

Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur’an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman. (QS:Yusuf/12:111)

Alif laam miim raa. Ini adalah ayat-ayat Al kitab (Al Qur’an). Dan kitab yang diturunkan kepadamu daripada Tuhanmu itu adalah benar; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya).(QS:Ar-Rad/13:1)

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al kitab (Al Qur’an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya;(QS:Al-Kahf/18:1)

INI KALIMAT DARI NABI ISA MENJELASKAN TTG KEDATANGAN RASUL SESUDAHNYA

Dan (ingatlah) ketika ‘Isa Putera Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (QS:As-Saff/61:6)

Dan pada kenyataannya kita bisa melihat, satu-satunya kitab yang mudah dipelajari bahkan sampai dihafal oleh jutaan umat Islam diseluruh dunia.Al-Qur’an memberikan dorongan yang besar untuk mempelajari sejarah dengan secara adil, objektif dan tidak memihak. Dengan demikian tradisi sains Islam sepenuhnya mengambil inspirasi dari Al-Qur’an, sehingga umat Muslim mampu membuat sistematika penulisan sejarah yang lebih mendekati landasan penanggalan astronomis. Sebelum manusia menemukan kalender Al Quran sudah menjelaskan dan dasar petunjuknya antara lain sbg berikut

Dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan bagimu malam dan siang. (QS:Ibrahim/14:33)

Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (QS:Al-Kahf/18:25)

Al Quran taklain adalah Buku Manual (manual Book) kehidupan yang berisi tentang pentunjuk, peringatan dan tuntunan agar seluruh umat manusia selamat dalam menjalani ujian hidup didunia hingga meraih sukses di akhirat

Dan Al Qur’an itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. (QS:Al-Qalam/68:52)

Al Qur’an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam.(QS:Sad/38:87)

(Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS:Ali-Imran/3:138)

PROSES TURUNNYA AL-QURAN

Al-Qur’an tidak turun sekaligus. Al-Qur’an turun secara berangsur-angsur kurang lebih selama 20 Tahunan (kira-kira 610-632). Oleh para ulama membagi masa turun ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu periode Mekkah dan periode Madinah.

Aisyah dan Ibnu Abbas radliallahu ‘anhum, keduanya berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdiam diri di Makkah selama sepuluh tahun, dan Al Qur`an diturunkan kepada beliau. Sementara di Madinah adalah juga sepuluh tahun.(HR.Bukhari|Shahih|Kitab:Keutamaan Al Quran|No:4596)

Periode Mekkah berlangsung selama 10 tahun masa kenabian Rasulullah SAW dan surat-surat yang turun pada waktu ini tergolong surat Makkiyyah.

Sedangkan periode Madinah yang dimulai sejak peristiwa hijrah berlangsung selama 10 tahun dan surat yang turun pada kurun waktu ini disebut surat Madaniyah.

Pengumpulan Al-Qur’an dalam satu mushaf setidaknya memiliki tiga fase, yaitu penulisan Al-Quran yaitu:
– Pencatatan Al-Qur’an di masa Nabi
– Pengumpulan Al-Qur’an di masa Abu Bakar
– Di masa Ustman bin Affan dalam satu mushaf

PENGUMPULAN AL-QURAN DIMASA RASULULLAH SAW

Pengumpulan Al-Qur’an pada zaman Rasulullah SAW dilakuakan dengan dua cara yaitu:

– MENGHAFALKANNYA Para sahabat langsung menghafalnya setiap kali Rasulullah SAW menerima wahyu. Hal ini bisa dilakukan oleh mereka dengan mudah terkait dengan kultur (budaya) orang arab yang menjaga Turast (peninggalan nenek moyang mereka diantaranya berupa syair atau cerita) dengan media hafalan dan mereka sangat terkenal daya hafalannya

– MENCATAT Setiap turun wahyu kepada Nabi, beliau selalu membacakannya kepada para sahabat dan menyuruh mereka untuk menuliskannya sembari melarang para sahabat untuk menulis hadis-hadis beliau karena khawatir akan bercampur dengan Al-Qur’an.

Pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup, terdapat beberapa orang yang ditunjuk untuk menuliskan Al Qur’an yakni Abdullah bin Mas’ud, Salim, Mu’adz bin Jabal dan Ubay bin Ka’ab. Sahabat yang lain juga kerap menuliskan wahyu tersebut walau tidak diperintahkan. Media penulisan yang digunakan saat itu berupa pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Di samping itu banyak juga sahabat-sahabat langsung menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an setelah wahyu diturunkan.Pengumpulan Al-Qur’an di masa Khulafaur Rasyidin

Abu Hurairah berkata; “Biasa Jibril mengecek bacaan Al Qur`an Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sekali pada setiap tahunnya. Namun pada tahun wafatnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, Jibril melakukannya dua kali. Dan beliau Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf sepuluh hari pada setiap tahunnya. Sedangkan pada tahun wafatnya, beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.” (HR:Bukhari|Shahih| Kitab:Keutamaan Al Quran |No:4614)

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Aku senantiasa mencintainya. Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Ambillah Al Qur`an itu dari empat orang. Yaitu dari, Abdullah bin Mas’ud, Salim, Mu’adz bin Jabal dan Ubay bin Ka’ab.'”(HR:Bukhari|Shahih| Kitab:Keutamaan Al Quran |No:4015)

Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata, “Siapakah yang mengumpulkan Al Qur`an pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam?” ia menjawab, “Ada empat orang dan semuanya dari kaum Anshar. Yaitu, Ubay bin Ka’ab, Mu’adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Abu Zaid.” Hadits ini diperkuat oleh Al Fadllu dari Husain bin Waqid dari Tsumamah dari Anas. (HR:Bukhari|Shahih| Kitab:Keutamaan Al Quran |No:4619)

Anas bin Malik radliallahu ‘anhu berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam wafat, sementara beliau belum mengumpulkan Al Qur`an kecuali oleh empat orang, yaitu Abu Darda`, Mu’adz bin Jabal, Zaid bin Tsabit dan Abu Zaid. Ia berkata; Dan kami akan mewarisinya.(HR:Bukhari|Shahih| Kitab:Keutamaan Al Quran |No:4620)

PENGUMPULAN AL-QURAN PADA MASA PEMERINTAHAN ABU BAKAR

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar, terjadi beberapa pertempuran (dalam perang yang dikenal dengan nama perang Ridda) yang mengakibatkan tewasnya beberapa penghafal Al-Qur’an dalam jumlah yang signifikan. Umar bin Khattab yang saat itu merasa sangat khawatir akan keadaan tersebut lantas meminta kepada Abu Bakar untuk mengumpulkan seluruh tulisan Al-Qur’an yang saat itu tersebar di antara para sahabat. Abu Bakar lantas memerintahkan Zaid bin Tsabit sebagai koordinator pelaksaan tugas tersebut. Setelah pekerjaan tersebut selesai dan Al-Qur’an tersusun secara rapi dalam satu mushaf, hasilnya diserahkan kepada Abu Bakar. Abu Bakar menyimpan mushaf tersebut hingga wafatnya kemudian mushaf tersebut berpindah kepada Umar sebagai khalifah penerusnya, selanjutnya mushaf dipegang oleh anaknya yakni Hafsah.

PENGUMPULAN AL-QURAN PADA MASA PEMERINTAHAN UTSMAN BIN AFFAN

Pada masa pemerintahan khalifah ke-3 yakni Utsman bin Affan, terdapat keragaman dalam cara pembacaan Al-Qur’an (qira’at) yang disebabkan oleh adanya perbedaan dialek (lahjah) antar suku yang berasal dari daerah berbeda-beda. Hal ini menimbulkan kekhawatiran Utsman sehingga ia mengambil kebijakan untuk membuat sebuah mushaf standar (menyalin mushaf yang dipegang Hafsah) yang ditulis dengan sebuah jenis penulisan yang baku.

Standar tersebut, yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan (rasam) Utsmani yang digunakan hingga saat ini. Bersamaan dengan standarisasi ini, seluruh mushaf yang berbeda dengan standar yang dihasilkan diperintahkan untuk dimusnahkan (dibakar). Dengan proses ini Utsman berhasil mencegah bahaya laten terjadinya perselisihan di antara umat Islam di masa depan dalam penulisan dan pembacaan Al-Qur’an.

Demikianlah selanjutnya Utsman mengirim utusan kepada Hafsah untuk meminjam mushaf Abu Bakar yang ada padanya. Lalu Utsman memanggil Zaid bin Tsabit Al-Anshari dan tiga orang Quraish, yaitu Abdullah bin Az-Zubair, Said bin Al-Ash dan Abdurrahman bin Al-Harits bin Hisyam.

Ia memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, dan jika ada perbedaan antara Zaid dengan ketiga orang Quraish tersebut, hendaklah ditulis dalam bahasa Quraish karena Al Qur’an turun dalam dialek bahasa mereka. Setelah mengembalikan lembaran-lembaran asli kepada Hafsah, ia mengirimkan tujuh buah mushaf, yaitu ke Mekkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah, dan sebuah ditahan di Madinah.

Anas bin Malik berkata; Utsman memerintahkan kepada Zaid bin Tsabit, Sa’id bin Al ‘Ash, Abdullah bin Zubair dan Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam untuk menyalin Al Qur`an ke dalam Mushaf (pembukuan Alquran). Dan Utsman berkata pada mereka, Jika kalian berselisih dengan Zaid dalam masalah bahasa Arab Al Qur`an, maka tulislah berdasarkan lisannya bangsa Quraisy, sebab Al Qur`an dengan bahasa mereka. Maka mereka pun melakukannya.(HR:Bukhari|Shahih|Kitab: Keutamaan Al-Quran|no 4601)

HADITS SHAHIH (kuat kebenarannya) TENTANG PROSES TURUNNYA AL QURAN

Aisyah radliallahu ‘anha isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; Peristiwa awal turunnya wahyu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah diawali dengan Ar Ru`yah Ash Shadiqah (mimpi yang benar) di dalam tidur. Tidaklah beliau bermimpi, kecuali yang beliau lihat adalah sesuatu yang menyerupai belahan cahaya subuh. Dan di dalam dirinya dimasukkan perasaan untuk selalu ingin menyendiri. Maka beliau pun memutuskan untuk berdiam diri di dalam gua Hira`, beribadah di dalamnya pada malam hari selama beberapa hari dan untuk itu, beliau membawa bekal. Setelah perbekalannya habis, maka beliau kembali dan mengambil bekal. Begitulah seterusnya sehingga kebenaran pun datang pada beliau, yakni saat beliau berada di dalam gua Hira`.

Malaikat mendatanginya seraya berkata, Bacalah. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, Aku tidak bisa membaca. Beliau menjelaskan: Lalu Malaikat itu pun menarik dan menutupiku, hingga aku pun merasa kesusahan. Kemudian Malaikat itu kembali lagi padaku dan berkata, ‘Bacalah.’ Aku menjawab, ‘Aku tidak bisa membaca.’ Malaikat itu menarikku kembali dan mendekapku hingga aku merasa kesulitan, lalu memerintahkan kepadaku untuk kedua kalinya seraya berkata, ‘Bacalah.’ Aku menjawab, ‘Aku tidak bisa membaca.’ Ia menarik lagi dan mendekapku ketiga kalinya hingga aku merasa kesusahan. Kemudian Malaikat itu menyuruhku kembali seraya membaca, ‘IQRA` BISMIKAL LADZII KHALAQ, KHALAQAL INSAANA MIN ‘ALAQ IQRA` WA RABBUKAL AKRAM ALLADZII ‘ALLAMAL BIL QALAM.. -hingga- ‘ALLAMAL INSAANA MAA LAM YA’LAM.’

Maka dengan badan yang menggigil, akhirnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kembali kepada Khadijah seraya berkata, Selimutilah aku..selimutilah aku. Hingga perasaan takut beliau pun hilang. Setelah itu, beliau berkata kepada Khadijah, Wahai Khadijah, apa yang terjadi denganku, sungguh aku merasa khawatir atas diriku sendiri. Akhirnya, beliau pun menuturkan kejadian yang beliau alami. Khadijah berkata, Tidak. Bergembiralah engkau. Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu demi selama-lamanya. Sesungguhnya engkau benar-benar seorang yang senantiasa menyambung silaturahmi, seorang yang jujur kata-katanya, menolong yang lemah, memberi kepada orang yang tak punya, engkau juga memuliakan tamu dan membela kebenaran.

Akhirnya Khadijah pergi dengan membawa beliau hingga bertemu dengan Waraqah bin Naufal, ia adalah anak pamannya Khadijah, yakni saudara bapaknya. An Naufal adalah seorang penganut agama Nashrani pada masa Jahiliyah. Ia seorang yang menulis kitab Arab. Ia menulis dari kitab Injil dengan bahasa Arab. Saat itu, ia telah menjadi syeikh yang tua renta lagi buta. Khadijah berkata padanya, Wahai anak pamanku. Dengarkanlah tuturan dari anak saudaramu. Waraqah berkata, Wahai anak pamanku apa yang telah kamu lihat? Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengabarkan padanya tentang kejadian yang telah beliau alami.

Kemudian Waraqah pun berkata, Ini adalah Namus yang pernah diturunkan kepada Musa. Sekiranya aku masih muda, dan sekiranya aku masih hidup… ia mengatakan beberapa kalimat. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya: Apakah mereka akan mengusirku? Waraqah menjawab, Ya, tidak ada seorang pun yang datang dengan membawa seperti apa yang kamu bawa, kecuali ia akan disakiti. Dan sekiranya aku masih mendapati hari itu, niscaya aku akan menolongmu dengan pertolongan yang hebat. Tidak lama kemudian, Waraqah pun meninggal, sementara wahyu terputus hingga membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedih. (HR:Bukhari |Shahih| Kitab:Tafsir Al Quran| No:4572 )

Ibnu Abbas RA menyatakan tentang firman Allah: “LAA TUHARRIK LISAANAKA LITAJALA BIHI”( Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk membaca Al Quraan karena hendak cepat-cepat menguasainya). Ia berkata: “Rasulullah SAW.selalu melakukannya pada waktu turunnya wahyu dengan kuatnya, yakni beliau selalu menggerak-gerakkan bibir beliau”. Lalu Ibnu Abbas berkata: “Dan sayapun menggerak-gerakkan kedua bibir sebagaimana Rasulullah SAW. menggerak-gerakkannnya. Maka Allah Azza wa Jalla (Yg Maha mulia dan Mahaperkasa) menurunkan ayat: “LAA TUHARRIK LISAANAKA LITAJALA BIHI;INNA ALAINAA JAMAHU WA QUR-AANAHU”(Janagnlah kamu gerakkan lidahmu untuk membaca Alquran karena hendak cepat-cepat menguasainya.

Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (didadamu) dan (membuat pandai membacanya.) Ia berkata: “Allah mengumpulkan Al Quraan kepadamu didalam dadamu dan membacanya: “FA IDZAA QARANAAHU FATTABI QURAANAHU” (Apabila Kami telah selesai membcanya, maka ikutilah bacaannya itu). Ia berkata: “Dengarkan dan perhatikanlah, kemudian: “TSUMMA INNA ALAINAA BAYAANAH”. (Kemudian atas tanggung Kamilah penjelasannya). Sesudah itu apabila Jibril datang kepada Rasulullah SAW. maka beliau mendengarkan. Apabila Jibril pergi, maka Nabi SAW. membaca wahyu sebagaimana Jibril membacanya.(HR.Bukhari|Shahih| Kitab: iman|shahih|no5)

Al Bara’ RA berkata; surat yang paling terakhir kali turun secara sempurna adalah surat Al Bara’ah (At-Taubah). Dan surat penutup yang paling terakhir kali turun adalah surat An Nisa yang berbunyi; Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah. (QS. Annisa’; 176). (HR:Bukhari|Shahih| Kitab:Peperangan |No:4016)

Abdullah bin Mas’ud menyampaikan khuthbah kepada kami, ia berkata, “Aku telah mendapatkan dari bibir Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebanyak tujuh puluh lebih surat. Dan demi Allah, para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun telah mengetahui bahwa aku adalah orang yang paham mengenai kitabullah, namun aku bukanlah orang yang terbaik di antara mereka.” Syaqiq berkata, “Suatu ketika aku duduk di suatu Halaqah, lalu aku pun mendengar apa yang mereka katakan. Dan aku tidak mendapati seorang pun yang membantahnya.(HR:Bukhari|Shahih| Kitab:Keutamaan Al Quran |No:4616)

Abdullah radliallahu ‘anhu berkata, “Demi Allah Yang tidak ada Ilah selain-Nya. Tidaklah satu surat pun yang diturunkan dari Kitabullah, kecuali saya tahu, di mana surat itu diturunkan. Dan tidak ada satu ayat pun dari Kitabullah kecuali tahu, kepada siapa ayat itu diturunkan. Sekiranya aku tahu, ada orang yang lebih tahu tentang Kitabullah dan tempatnya bisa ditempuh oleh Unta, maka niscaya aku akan berangkat menemuinya.”(HR:Bukhari|Shahih| Kitab:Keutamaan Al Quran |No:4618)

“Alif laam miim. Dzaalikalkitaabu laa rayba fiihi hudan lilmuttaqiin” artinya : Alif laam miim. Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya petunjuk bagi mereka yang bertakwa” (QS:Al-Baqarah:1-2)

(Al Qur’an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (QS:Ali-Imran/3:138)

Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Qur’an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka dapat pelajaran.(QS:Az-Zumar/39:27)

(Al Qur’an) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengannya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. (QS: Ibrahim/14:52)

CATATAN = berisi Al Quran & Terjemahnya 114 surah 6236 ayat (sesuai urutan)

======== DAFTAR ISI AL-QURAN =========

No – Nama Surat – Arti Nama – Jumlah Ayat – Tempat Turun – Urutan Turunnya wahyu

1 – Surat Al-Fatihah – Pembukaan – 7 – Mekkah – 5
2 – Surat Al Baqara – Sapi Betina – 286 – Madinah – 87
3 – Surat Ali ‘Imran – Keluarga ‘Imran – 200 – Madinah – 89
4 – Surat An-Nisa’ – Wanita – 176 – Madinah – 92
5 – Surat Al-Ma’idah – Jamuan (hidangan makanan) – 120 – Madinah – 112
6 – Surat Al-An’am – Binatang Ternak – 165 – Mekkah – 55
7 – Surat Al-A’raf – Tempat yang tertinggi – 206 – Mekkah – 39
8 – Surat Al-Anfal – Harta rampasan perang – 75 – Madinah – 88
9 – Surat At-Taubah – Pengampunan – 129 – Madinah – 113
10 – Surat Yunus – Nabi Yunus – 109 – Mekkah – 51
11 – Surat Hud – Nabi Hud – 123 – Mekkah – 52
12 – Surat Yusuf – Nabi Yusuf – 111 – Mekkah – 53
13 – Surat Ar-Ra’d – Guruh (petir) – 43 – Mekkah – 96
14 – Surat Ibrahim – Nabi Ibrahim – 52 – Mekkah – 72
15 – Surat Al-Hijr – Al Hijr (nama gunung) – 99 – Mekkah – 54
16 – Surat An-Nahl – Lebah – 128 – Mekkah – 70
17 – Surat Al-Isra’ – Memperjalankan di waktu malam – 111 – Mekkah – 50
18 – Surat Al-Kahf – Penghuni-penghuni gua – 110 – Mekkah – 69
19 – Surat Maryam – Maryam (Maria) – 98 – Mekkah – 44
20 – Surat Ta Ha – Ta Ha – 135 – Mekkah – 45
21 – Surat Al-Anbiya – Nabi-Nabi – 112 – Mekkah – 73
22 – Surat Al-Hajj – Haji – 78 – Madinah & Makkah – 103
23 – Surat Al-Mu’minun – Orang-orang mukmin – 118 – Mekkah – 74
24 – Surat An-Nur – Cahaya – 64 – Madinah – 102
25 – Surat Al-Furqan – Pembeda – 77 – Mekkah – 42
26 – Surat Asy-Syu’ara’ – Penyair – 227 – Mekkah – 47
27 – Surat An-Naml – Semut – 93 – Mekkah – 48
28 – Surat Al-Qasas – Cerita – 88 – Mekkah – 49
29 – Surat Al-‘Ankabut – Laba-laba – 69 – Mekkah – 85
30 – Surat Ar-Rum – Bangsa Romawi – 60 – Mekkah – 84
31 – Surat Luqman – Keluarga Luqman – 34 – Mekkah – 57
32 – Surat As-Sajdah – Sajdah – 30 – Mekkah – 75
33 – Surat Al-Ahzab – Golongan-Golongan yang bersekutu – 73 – Madinah – 90
34 – Surat Saba’ – Kaum Saba’ – 54 – Mekkah – 58
35 – Surat Fatir – Pencipta – 45 – Mekkah – 43
36 – Surat Ya Sin – Yaasiin – 83 – Mekkah – 41
37 – Surat As-Saffat – Barisan-barisan – 182 – Mekkah – 56
38 – Surat Sad – Shaad – 88 – Mekkah – 38
39 – Surat Az-Zumar – Rombongan-rombongan – 75 – Mekkah – 59
40 – Surat Al-Mu’min – Orang yg Beriman – 85 – Mekkah – 60
41 – Surat Fussilat – Yang dijelaskan – 54 – Mekkah – 61
42 – Surat Asy-Syura – Musyawarah – 53 – Mekkah – 62
43 – Surat Az-Zukhruf – Perhiasan – 89 – Mekkah – 63
44 – Surat Ad-Dukhan – Kabut – 59 – Mekkah – 64
45 – Surat Al-Jasiyah – Yang bertekuk lutut – 37 – Mekkah – 65
46 – Surat Al-Ahqaf – Bukit-bukit pasir – 35 – Mekkah – 66
47 – Surat Muhammad – Muhammad – 38 – Madinah – 95
48 – Surat Al-Fath – Kemenangan – 29 – Madinah – 111
49 – Surat Al-Hujurat – Kamar-kamar – 18 – Madinah – 106
50 – Surat Qaf – Qaaf – 45 – Mekkah – 34
51 – Surat Az-Zariyat – Angin yang menerbangkan – 60 – Mekkah – 67
52 – Surat At-Tur – Bukit – 49 – Mekkah – 76
53 – Surat An-Najm – Bintang – 62 – Mekkah – 23
54 – Surat Al-Qamar – Bulan – 55 – Mekkah – 37
55 – Surat Ar-Rahman – Yang Maha Pemurah – 78 – Madinah & Mekkah – 97
56 – Surat Al-Waqi’ah – Hari Kiamat – 96 – Mekkah – 46
57 – Surat Al-Hadid – Besi – 29 – Madinah – 94
58 – Surat Al-Mujadilah – Wanita yang mengajukan gugatan – 22 – Madinah – 105
59 – Surat Al-Hasyr – Pengusiran – 24 – Madinah – 101
60 – Surat Al-Mumtahanah – Wanita yang diuji – 13 – Madinah – 91
61 – Surat As-Saff – Satu barisan – 14 – Madinah – 109
62 – Surat Al-Jumu’ah – Hari Jum’at – 11 – Madinah – 110
63 – Surat Al-Munafiqun – Orang-orang yang munafik – 11 – Madinah – 104
64 – Surat At-Tagabun – Hari dinampakkan kesalahan-kesalahan – 18 – Madinah – 108
65 – Surat At-Talaq – Talak – 12 – Madinah – 99
66 – Surat At-Tahrim – Mengharamkan – 12 – Madinah – 107
67 – Surat Al-Mulk – Kerajaan – 30 – Mekkah – 77
68 – Surat Al-Qalam – Pena – 52 – Mekkah – 2
69 – Surat Al-Haqqah – Hari kiamat – 52 – Mekkah – 78
70 – Surat Al-Ma’arij – Tempat naik – 44 – Mekkah – 79
71 – Surat Nuh – Nuh – 28 – Mekkah – 71
72 – Surat Al-Jinn – Jin – 28 – Mekkah – 40
73 – Surat Al-Muzzammil – Orang yang berselimut – 20 – Mekkah – 3
74 – Surat Al-Muddassir – Orang yang berkemul – 56 – Mekkah – 4
75 – Surat Al-Qiyamah – Hari Kiamat – 40 – Mekkah – 31
76 – Surat Al-Insan – Manusia – 31 – Madinah – 98
77 – Surat Al-Mursalat – Malaikat-Malaikat Yang Diutus – 50 – Mekkah – 33
78 – Surah An-Naba’ – Berita besar – 40 – Mekkah – 80
79 – Surah An-Nazi’at – Malaikat-Malaikat Yang Mencabut – 46 – Mekkah – 81
80 – Surat ‘Abasa – Ia Bermuka masam – 42 – Mekkah – 24
81 – Surat At-Takwir – Menggulung – 29 – Mekkah – 7
82 – Surat Al-Infitar – Terbelah – 19 – Mekkah – 82
83 – Surat Al-Tatfif – Orang-orang yang curang – 36 – Mekkah – 86
84 – Surat Al-Insyiqaq – Terbelah – 25 – Mekkah – 83
85 – Surat Al-Buruj – Gugusan bintang – 22 – Mekkah – 27
86 – Surat At-Tariq – Yang datang di malam hari – 17 – Mekkah – 36
87 – Surat Al-A’la – Yang paling tinggi – 19 – Mekkah – 8
88 – Surat Al-Gasyiyah – Hari Pembalasan – 26 – Mekkah – 68
89 – Surat Al-Fajr – Fajar – 30 – Mekkah – 10
90 – Surat Al-Balad – Negeri – 20 – Mekkah – 35
91 – Surat Asy-Syams – Matahari – 15 – Mekkah – 26
92 – Surat Al-Lail – Malam – 21 – Mekkah – 9
93 – Surat Ad-Duha – Waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha) – 11 – Mekkah – 11
94 – Surat Al-Insyirah – Melapangkan – 8 – Mekkah – 12
95 – Surat At-Tin – Buah Tin – 8 – Mekkah – 28
96 – Surat Al-‘Alaq – Segumpal Darah – 19 – Mekkah – 1
97 – Surat Al-Qadr – Kemuliaan – 5 – Mekkah – 25
98 – Surat Al-Bayyinah – Pembuktian – 8 – Madinah – 100
99 – Surat Az-Zalzalah – Kegoncangan – 8 – Mekkah – 93
100 – Surat Al-‘Adiyat – Berlari kencang – 11 – Mekkah – 14
101 – Surat Al-Qari’ah – Hari Kiamat – 11 – Mekkah – 30
102 – Surat At-Takasur – Bermegah-megahan – 8 – Mekkah – 16
103 – Surat Al-‘Asr – Masa/Waktu – 3 – Mekkah – 13
104 – Surat Al-Humazah – Pengumpat – 9 – Mekkah – 32
105 – Surat Al-Fil – Gajah – 5 – Mekkah – 19
106 – Surat Quraisy – Suku Quraisy – 4 – Mekkah – 29
107 – Surat Al-Ma’un – Barang-barang yang berguna – 7 – Mekkah – 17
108 – Surat Al-Kausar – Nikmat yang berlimpah – 3 – Mekkah – 15
109 – Surat Al-Kafirun – Orang-orang kafir – 6 – Mekkah – 18
110 – Surat An-Nasr – Pertolongan – 3 – Madinah – 114
111 – Surat Al-Lahab – Gejolak Api/ Sabut – 5 – Mekkah – 6
112 – Surat Al-Ikhlas – Ikhlas – 4 – Mekkah – 22
113 – Surat Al-Falaq – Waktu Subuh – 5 – Mekkah – 20
114 – Surat An-Nas – Manusia – 6 – Mekkah – 21

SELEBIHNYA DARI JUMLAH DAN ISI SURAT DIATAS ADALAH PALSU..KITA LAWAN AL-QURAN PALSU!!!!!!..MULAI MEMBENTENGI DIRI DENGAN CARA MEMAHAMI ISI KANDUNGANNYA DENGAN CARA & BAHASA PALING MUDAH (Ari Sindu)

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?(QS:Al-Qamar/54:17)

Sesungguhnya Kami mudahkan Al Qur’an itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.(QS:Ad-Dukhan/44:58)

Source : https://www.facebook.com/pages/AL-QURAN-DAN-TERJEMAHNYA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s